Rebana di sudut langit, menggelantung seperti hatiku yang tercampak tidak berdaya. Ketika jiwaku rebah penuh kelelahan di altar keagunganNya, maka ketika itu pula rebana melirih,menggumamkan nada-nada sebuah simphoni. Ada kedamaian yang menggelayut tatkala rebana dipetik oleh tangan bijakNya. Seuntai nyanyian mistik, mendayu-dayu, semakin mendayu lalu mengantar jiwaku dalam kekosongan, mengawal rohku menelusuri sebuah perjalanan panjang memasuki lorong waktu yang tak terperikan rasanya. Lalu bidadari pun berdatangan, berdendang bersama jiwa-jiwa yang bercahaya melingkari alam QudsNya. Ditemani malaikat rupawan, dibimbing oleh bidadari aku pun terhenyak dalam ketercampakan. Jauh…. Aku semakin jauh melayang, dibuai dan dikebirinya egoku lalu semakin terasalah diriku terbang bersama bintang-bintang yang berpijar tak kenal lelah. Rebana dipetik semakin kencang dan aku pun semakin tak kuasa menolak anugerahNya itu. Ditampakkannya segenap bentuk-bentuk kenaifanku. Dan ragaku pun semakin rebah tak mampu menolak kuasaNya. Rebana melirih, dan aku pun ikut melirih. Lamat-lamat puja puji kembali mendendang berkejaran bersama tarian mistik yang tak kunjung reda. Lalu jiwa-jiwa suci pun semakin banyak yang bergabung seakan itu adalah pesta rakyat untuk menghormati Sang Raja. Ketika Sang Raja terterawang, semua semakin larut dalam ekstase, mabuk dan semakin mabuk. Piala-piala digilir, cawan anggur telah dituang minuman cinta, hidangan mistik digelar dan pesta pun semakin meriah semakin melarutkan jiwa-jiwa kosong. Yang ada hanya cinta, yang ada hanya rindu. Berseri, berkaca-kaca, bergumam, hanya itu yang tampak ketika Sang Raja keluar menyambut sang pecinta, sangat perkasa lalu DIA pun duduk di singgasanaNya. mahkotaNya indah menghancurkan segenap rasa. Kekosongan tersemaikan, membumbunglah segenap puja puji, dan sang pencintapun semakin ekstase bagai dikepakkan oleh sayap-sayap malaikat.
Rebana di sudut langit tercerabut, hilang lalu ragaku bangkit tak lagi rebah dan dendang mistik pun hilang. Hanya cinta yang kusaksikan. Kenaifan terbungkus oleh kasih sayang, kegelapan terselaput oleh cahaya. Semakin nyatalah segalanya.
No comments:
Post a Comment