Ada tenda misteri yang hanya dikunjungi oleh para peziarah hati.Itu yang dikabarkan padaku oleh seorang bocah kecil.Ketika itu,kutemukan dia sedang menyibak tirai malam dengan komat kamit zikrnya yang tak berhenti sekejap pun.Pertemuanku itu membuatku takjub padanya.Bocah sekecil itu telah mengajariku arti dari sebuah pencarian.Yah,itulah keunikan dari sang bocah.Dimataku,figurnya adalah citra paling sempurna dari kepolosan insani.
"Siapa itu para pezirah hati?",tanyaku padanya malam itu.
"Mereka adalah para pemilik hati yang kerjanya hanyalah membersihkan hatinya",jawabnya.Jawaban itu membuatku semakin takjub padanya.
Memikirkan tentang dia hanya membuat logikaku tertawan.Yang kubutuhkan adalah mengaktifkan fakultas imajinasiku untuk bisa menelaah dirinya."panggil aku lhigi!",katanya ketika kutanya siapa namanya.Entah,aku belum bisa menemukan makna dan tafsir di balik nama itu.Tapi yang pasti,dia telah berhasil membuatku sakau.Seperti adanya foton-foton cahaya yang terus berpendar,maka begitulah diriku memandangnya malam itu.
"kak!hati itu adalah bayi kita!".sret!aku terkesiap.anak sekecil itu telah begitu bijak kedengarannya dalam bertutur."siapa dia??.apa yang dia tahu tentang bayi?samakah dengan yang kutahu tentang bayi?",dan banyak lagi tanyaku dalam hati tentang sang bocah.
"kak!",serunya lagi."tidak bisakah kita pulang dan kembali padaNya seperti bayi.seperti saat kita pertama kali muncul di muka bumi ini?adakah jalan seperti itu?".Lhigi,si bocah,berhasil menawan logikaku.bagiku,pertemuanku dengannya adalah musibah yang penuh berkah.musibah bagi saya bahwa dia jauh lebih bijak dari usiaku sendiri.tapi kehadirannya adalah berkah.seakan-akan dia seperti jam weker yang berdering kencang dan keras untuk mengingatkanku untuk tidak lelah dalam mencari dan menemukan guru sejati.Dia adalah kolaborasi antara dua sayap yang saling terpaut untuk bisa terus terbang di langit.
Tiga tahun berlalu,Si bocah tak pernah lagi kulihat.tapi dia meninggalkan banyak jejak di hatiku.Pernah kumencoba menelusuri lorong-lorong di kota Makassar,di tempat-tempat dimana dia dengan mudah dapat kutemukan,tapi dia raib seperti ditelan bumi.terakhir kudapat kabar kalau dia ikut kakeknya di sebuah desa di kaki Gunung Bawakaraeng.hanya itu yang kutahu.oh,iya.kuketahui juga kalau nama lengkapnya adalah I LAGALIGGI.dan nama itu mengingatkanku dengan sosok I LAGALiGO dalam kitab epos sejarah masyarakat sulawesi.tiba-tiba saja aku rindu ingin membaca kitab itu lagi.
No comments:
Post a Comment