Kawan,kabarmu mendatangiku,kau bilang rindumu mendendam.
"Bagus!!",kataku.Baca pratanda itu bahwa DIA yang merindumu.
DIA mencambukmu untuk mendekat padaNya.
Dengarkan aspirasi putih dari arsyiNya di hatimu.Lalu katakan padaku,"ENGKAU begitu INDAH dengan kelembutan-kelembutanMu!".
Kawan,teruslah berujar perihal kerinduan-kerinduanmu.
Bukankah engkau juga rindu melihat anak-anak bangsamu satu padu dalam harmoni hidup yang santun?
(01082010)
No comments:
Post a Comment